Senin, 7 September 2026-Pekan Biasa XXIII
Senin, 7 September 2026
Mazmur Tanggapan: Mzm 5:5-6.7.12
Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27
Bacaan Injil: Luk 6:6-11
Belas Kasih Memilih untuk Menolong
Dalam Injil hari ini, Yesus berhadapan dengan seorang yang tangannya mati sebelah. Orang-orang di sekitar-Nya memperhatikan bukan karena mereka peduli kepada orang yang menderita, tetapi karena mereka ingin mencari alasan untuk mempersalahkan Yesus. Di tengah situasi itu, Yesus justru melihat manusia yang membutuhkan pertolongan.
Yesus mengajarkan bahwa belas kasih tidak boleh dikalahkan oleh kekakuan hati. Ketika ada seseorang yang membutuhkan pertolongan, kita tidak seharusnya sibuk mencari alasan mengapa kita tidak perlu membantu. Kasih mengajak kita untuk melihat kebutuhan sesama dan melakukan apa yang baik.
Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita pernah bertemu orang yang sedang jatuh, kecewa, kesepian, atau mengalami kesulitan. Terkadang kita melihatnya, tetapi memilih diam. Bukan karena kita tidak peduli, melainkan karena kita berpikir, “Bukan urusanku,” “Nanti orang lain saja yang membantu,” atau “Apa kata orang kalau aku ikut campur?”
Namun Yesus mengingatkan kita hari ini: jangan biarkan pertimbangan-pertimbangan itu membuat hati kita kehilangan belas kasih.
Belas kasih tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Kadang ia hadir dalam sebuah perkataan yang menguatkan, telinga yang mau mendengarkan, tangan yang membantu, atau keberanian untuk hadir ketika seseorang sedang sendirian.
Kita mungkin tidak mampu menyelesaikan semua persoalan orang lain, tetapi kita selalu dapat memilih untuk tidak membiarkan mereka menghadapi penderitaannya sendirian.
Hari ini, marilah kita belajar dari Yesus. Jangan hanya melihat penderitaan—lihatlah pribadi yang sedang menderita. Jangan hanya merasa iba—lakukan sesuatu yang mampu kita lakukan.
Sebab ketika belas kasih menggerakkan hati, kita tidak lagi bertanya, “Apakah aku harus menolong?” Kita mulai bertanya, “Apa yang bisa kulakukan untuk meringankan beban sesamaku?”
“Belas kasih sejati tidak berhenti pada perasaan. Belas kasih selalu menemukan jalan untuk menjadi tindakan.”
🙏 Doa
Tuhan Yesus yang penuh belas kasih, Engkau mengajarkan kami untuk melihat manusia bukan dengan penghakiman, melainkan dengan hati yang penuh kasih. Bukalah mata hati kami agar mampu melihat mereka yang sedang menderita dan membutuhkan pertolongan.
Lembutkan hati kami ketika kami mulai menjadi acuh tak acuh. Bebaskan kami dari ketakutan terhadap penilaian manusia, dari sikap egois, dan dari berbagai alasan yang membuat kami enggan berbuat baik.
Ajarlah kami untuk tidak hanya merasa iba, tetapi berani hadir dan melakukan sesuatu. Berikan kami tangan yang siap menolong, telinga yang mau mendengarkan, hati yang mau memahami, dan keberanian untuk menjadi pembawa penghiburan bagi mereka yang sedang terluka.
Tuhan, jadikanlah hidup kami saluran belas kasih-Mu. Semoga melalui perkataan, perhatian, dan tindakan kecil kami, ada seseorang yang merasakan bahwa ia tidak sendirian.
Sebab kami percaya, belas kasih sejati tidak berhenti pada perasaan; belas kasih selalu menemukan jalan untuk menjadi tindakan.
Amin.


