✦ BACAAN LITURGI & RENUNGAN
BACAAN LITURGI
Memuat...
✦ RENUNGAN HARIAN
Memuat...

Renungan Katolik Minggu Biasa XXVI

“Iman bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam pertobatan dan perbuatan kasih.”

Iman Bukan Hanya Diucapkan

Dalam Injil hari ini, Yesus menceritakan tentang dua orang anak yang diminta ayahnya untuk bekerja di kebun anggur. Anak yang pertama awalnya berkata tidak, tetapi kemudian menyesal dan pergi. Anak yang kedua berkata ya, tetapi tidak melaksanakan perintah ayahnya. Melalui perumpamaan ini, Yesus mengajak kita melihat bahwa yang penting bukan hanya apa yang kita katakan, melainkan bagaimana kita menjalankannya.

Sering kali kita mudah mengatakan bahwa kita percaya kepada Tuhan. Kita juga dapat dengan mudah mengucapkan kata-kata tentang kasih, pengampunan, kerendahan hati, dan kebaikan. Namun, iman menjadi nyata ketika semua itu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bacaan pertama mengingatkan bahwa orang yang berbalik dari kesalahannya dan melakukan kebenaran akan memperoleh kehidupan. Artinya, masa lalu bukan akhir dari perjalanan kita. Selalu ada kesempatan untuk bertobat, memperbaiki diri, dan kembali berjalan di jalan Tuhan.

Sementara itu, Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi mengajak kita untuk memiliki pikiran dan perasaan yang terdapat dalam diri Kristus. Yesus sendiri menunjukkan kerendahan hati dengan mengosongkan diri dan taat kepada kehendak Bapa. Iman kepada Kristus karena itu bukan hanya soal pengakuan di bibir, tetapi juga tentang kesediaan untuk merendahkan diri, melayani, mengampuni, dan mengasihi.

Dalam kehidupan kita, mungkin ada saat ketika kita seperti anak pertama: pernah berkata “tidak” kepada Tuhan melalui kelemahan dan kesalahan kita. Namun, kita masih dapat berubah. Kita masih dapat berkata “ya” melalui pertobatan dan perbuatan nyata.

Sebaliknya, jangan sampai kita seperti anak kedua: banyak mengatakan “ya” kepada Tuhan, tetapi sedikit melakukan kehendak-Nya. Sebab Tuhan melihat bukan hanya kata-kata kita, tetapi juga buah dari iman kita.

Renungkanlah:
Apakah iman saya sudah terlihat dalam cara saya memperlakukan orang lain? Apakah pertobatan saya menghasilkan perubahan dalam hidup? Apakah kasih yang saya ucapkan sudah saya wujudkan dalam tindakan?

Hari Minggu ini menjadi kesempatan bagi kita untuk kembali melihat perjalanan iman kita. Tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk mulai berbuat baik. Kita dapat memulainya dari hal-hal sederhana: mengampuni, membantu, mendengarkan, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan menghadirkan kasih kepada orang-orang di sekitar kita.

Mari kita belajar dari Kristus yang rendah hati dan taat. Sebab iman yang hidup bukan hanya terdengar melalui kata-kata, tetapi dapat dilihat melalui kehidupan.

Doa

Tuhan, mampukan kami untuk tidak hanya berkata “ya” kepada-Mu, tetapi juga mewujudkannya dalam pertobatan, kerendahan hati, dan kasih kepada sesama. Amin.

Baca Juga Dari Lux Spes untuk anda