✦ BACAAN LITURGI & RENUNGAN
BACAAN LITURGI
Memuat...
✦ RENUNGAN HARIAN
Memuat...

Renungan Jumat, 11 September 2026

Kalender Liturgi

Jumat, 11 September 2026
Pekan Biasa XXIII
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: 1Kor 9:16-19.22b-27
Mazmur Tanggapan: Mzm 84:3.4.5-6.12
Bait Pengantar Injil: Yoh 17:17b.a
Bacaan Injil: Luk 6:39-42

Belajar Bercermin Sebelum Menghakimi

“Orang yang mau bercermin tidak mudah menghakimi; ia memilih membenahi diri.”

Kita sering lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada melihat kekurangan diri sendiri. Kesalahan kecil pada diri sesama dapat terlihat begitu jelas, sementara kesalahan yang sama dalam diri kita terkadang terasa begitu kecil dan mudah dimaklumi.

Yesus hari ini mengingatkan kita melalui gambaran yang sederhana tetapi tajam: “Mengapa engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?”

Yesus bukan sedang mengatakan bahwa kita tidak boleh menegur atau membantu orang lain. Yang Ia persoalkan adalah hati yang terlalu cepat menghakimi sementara dirinya sendiri belum mau dibenahi.

Sebelum menunjuk kesalahan orang lain, kita perlu belajar bercermin. Bukan untuk mencari-cari kesalahan diri dan merasa bersalah terus-menerus, tetapi untuk memiliki kerendahan hati: menyadari bahwa kita pun masih memiliki kelemahan dan membutuhkan belas kasih Tuhan.

Dalam bacaan pertama, Paulus menunjukkan bahwa kehidupan iman membutuhkan perjuangan dan penguasaan diri. Ia tidak hanya berbicara kepada orang lain, tetapi juga mendisiplinkan dirinya sendiri agar hidupnya tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Inilah teladan yang penting bagi kita. Orang yang sungguh ingin menjadi teladan tidak pertama-tama sibuk mengubah orang lain, tetapi berani membiarkan Tuhan mengubah dirinya.

Mungkin hari ini kita sedang melihat kekurangan seseorang. Sebelum menghakiminya, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: “Apakah ada sesuatu dalam diriku yang juga perlu dibenahi?”

Sebab ketika kita mau bercermin, hati kita menjadi lebih rendah hati. Kita tidak lagi melihat sesama hanya dengan ukuran kesalahannya, tetapi dengan kesadaran bahwa setiap manusia sedang berjuang dalam kelemahannya masing-masing.

Menegur boleh. Mengingatkan boleh. Membantu sesama untuk berubah juga merupakan kasih. Tetapi semuanya harus dimulai dari hati yang terlebih dahulu bersedia dibentuk oleh Tuhan.

Jangan terlalu sibuk mencari selumbar di mata orang lain sampai lupa melihat balok dalam diri sendiri.

Hari ini, marilah kita belajar bercermin. Biarkan Tuhan menunjukkan apa yang perlu kita perbaiki, supaya hidup kita bukan menjadi hakim bagi sesama, melainkan menjadi teladan yang membawa mereka semakin dekat kepada kebenaran.

Orang yang mau bercermin tidak mudah menghakimi; ia memilih membenahi diri.

Doa

Tuhan Yesus,

sering kali kami mudah melihat kekurangan orang lain, tetapi lambat menyadari kelemahan diri sendiri. Bukalah mata hati kami agar kami mampu melihat diri kami dengan jujur di hadapan-Mu.

Ajarlah kami untuk tidak mudah menghakimi. Berikanlah kami kerendahan hati untuk menerima teguran, keberanian untuk memperbaiki diri, dan kasih untuk membantu sesama tanpa merasa lebih baik daripada mereka.

Jika kami ingin menuntun orang lain, tuntunlah kami terlebih dahulu. Jika kami ingin menjadi teladan, bentuklah hidup kami agar semakin sesuai dengan kehendak-Mu.

Semoga setiap hari kami semakin mampu meninggalkan kebiasaan menghakimi dan semakin tekun membenahi diri.

Amin.


Renungan Harian Katolik — Lux Spes

Baca Juga Dari Lux Spes untuk anda