Renungan harian
Hidup kita berjalan dalam waktu yang tidak pernah berhenti. Ada saat untuk memulai dan ada saat untuk mengakhiri. Ada waktu untuk menangis dan ada waktu untuk tertawa, ada waktu untuk berduka dan ada waktu untuk bersukacita. Pengkhotbah mengingatkan bahwa segala sesuatu ada waktunya di bawah langit.
Sering kali kita ingin segala sesuatu terjadi sesuai dengan keinginan kita. Kita ingin jawaban Tuhan datang segera, persoalan cepat selesai, dan jalan hidup berjalan seperti yang kita rencanakan. Ketika kenyataan tidak sesuai harapan, kita mudah bertanya, “Mengapa Tuhan membiarkan ini terjadi?”
Namun bacaan hari ini mengajak kita belajar mempercayakan waktu kepada Tuhan. Kita mungkin tidak memahami seluruh perjalanan hidup kita, tetapi Tuhan melihat apa yang tidak mampu kita lihat. Ada saat-saat yang terasa berat, tetapi bukan berarti Tuhan meninggalkan kita. Ada masa penantian, ada masa pertumbuhan, dan ada saat ketika kita baru memahami makna sebuah perjalanan setelah semuanya berlalu.
Dalam Injil, Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Pertanyaan itu bukan sekadar pertanyaan tentang pengetahuan. Yesus mengajak para murid untuk mengenal-Nya secara pribadi. Petrus menjawab bahwa Yesus adalah Mesias dari Allah.
Pertanyaan yang sama juga diarahkan kepada kita: Siapakah Yesus bagi kita? Apakah Ia hanya nama yang kita dengar dalam doa dan bacaan Kitab Suci, atau sungguhkah Ia menjadi Tuhan yang kita percayai dan ikuti dalam perjalanan hidup?
Mengenal Kristus berarti berani berjalan bersama-Nya, bahkan ketika jalan yang kita tempuh tidak selalu mudah. Yesus sendiri mengatakan bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan. Jalan bersama Kristus bukan berarti hidup tanpa kesulitan, tetapi memiliki keyakinan bahwa kita tidak berjalan sendirian.
Karena itu, ketika hari ini kita berada dalam masa yang sulit, jangan kehilangan harapan. Ketika berada dalam masa yang baik, jangan lupa bersyukur. Setiap musim kehidupan mempunyai maknanya sendiri. Yang penting bukan seberapa cepat kita sampai, tetapi apakah sepanjang perjalanan kita tetap berjalan bersama Tuhan.
Ada waktu untuk setiap perkara; percayalah, Tuhan tahu waktunya. Tetaplah berjalan bersama Kristus. Sebab ketika waktu terus bergerak dan hidup berubah, kasih Tuhan tetap menjadi pegangan bagi kita.
