✦ BACAAN LITURGI & RENUNGAN
BACAAN LITURGI
Memuat...
✦ RENUNGAN HARIAN
Memuat...

Renungan 24 September 2026

“Waktu berlalu, tetapi kasih Kristus tetap tinggal. Jangan hanya menghitung hari; isilah setiap hari dengan iman, kasih, dan pengharapan.”

Hari-hari terus berjalan. Pagi berganti siang, siang berganti malam, dan tanpa terasa waktu membawa kita semakin jauh dari hari kemarin. Pengkhotbah mengingatkan bahwa segala sesuatu di dunia ini memiliki waktunya dan terus berputar. Apa yang pernah terjadi akan terjadi lagi, dan apa yang telah dilakukan manusia mudah sekali dilupakan.

Karena itu, hidup tidak cukup hanya diukur dari berapa banyak hari yang telah kita lalui. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mengisi hari-hari itu. Mazmur 90 mengajak kita memohon kepada Tuhan, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami, supaya kami beroleh hati yang bijaksana.” Menghitung hari bukan sekadar menghitung umur, tetapi menyadari bahwa setiap hari adalah pemberian Tuhan yang tidak akan terulang kembali.

Injil hari ini memperlihatkan Herodes yang merasa gelisah dan bertanya-tanya tentang siapa Yesus. Ia mendengar berbagai hal tentang Yesus, tetapi belum sungguh-sungguh mengenal-Nya. Ada perbedaan antara mendengar tentang Yesus dan mengenal Yesus. Kita pun dapat mengalami hal yang sama. Kita bisa sering mendengar nama Kristus, membaca Kitab Suci, bahkan berbicara tentang iman, tetapi hati kita belum tentu sungguh-sungguh membuka diri kepada-Nya.

Waktu yang berlalu seharusnya membawa kita semakin dekat kepada Kristus. Setiap hari memberikan kesempatan baru untuk memperbaiki diri, mengampuni, berbuat baik, menolong sesama, dan memperbarui iman. Jangan sampai hari-hari kita hanya berlalu dalam kesibukan tanpa meninggalkan kasih.

Mungkin ada hari ketika kita merasa tidak melakukan sesuatu yang besar. Namun di hadapan Tuhan, sebuah kebaikan kecil yang dilakukan dengan kasih tetap memiliki makna. Sebuah doa yang sederhana, sebuah pengampunan, sebuah kata yang menguatkan, atau kesediaan untuk membantu seseorang dapat menjadi cara kita menghadirkan kasih Kristus di tengah dunia.

Kita tidak dapat menghentikan waktu. Kita juga tidak dapat kembali ke hari kemarin. Tetapi kita masih memiliki hari ini. Maka, jangan terlalu sibuk menyesali apa yang telah berlalu atau mencemaskan apa yang belum terjadi. Terimalah hari ini sebagai kesempatan untuk berjalan bersama Tuhan.

Waktu berlalu, tetapi kasih Kristus tetap tinggal. Jangan hanya menghitung hari; isilah setiap hari dengan iman, kasih, dan pengharapan.

Semoga setiap hari yang Tuhan berikan kepada kita tidak berlalu dengan sia-sia. Semoga hidup kita semakin mengenal Kristus, semakin mampu mengasihi, dan semakin menjadi berkat bagi orang-orang yang kita jumpai.

Pax Christi — Lux Spes

Baca Juga Dari Lux Spes untuk anda