Renungan 12 September 2026 - Sabtu Pekan Biasa XXIII
Sabtu, 12 September 2026
1Korintus 10:14-22a
Mazmur 116:12-13.17-18
Lukas 6:43-49
Dasar yang Kokoh
“Dasar yang kokoh bukan hanya membuat kita kuat berdiri, tetapi juga mampu menghasilkan buah yang baik.”
Yesus hari ini mengajak kita melihat dua hal yang sangat penting dalam kehidupan: akar yang menghasilkan buah dan rumah yang berdiri di atas dasar yang kokoh.
Pohon tidak menghasilkan buah yang baik hanya karena penampilannya indah. Buah yang baik lahir karena pohon itu memiliki akar yang sehat. Demikian juga hidup kita. Apa yang tampak dalam perkataan dan perbuatan sebenarnya merupakan buah dari apa yang berakar di dalam hati.
Yesus juga berkata bahwa orang yang datang kepada-Nya, mendengarkan sabda-Nya, dan melaksanakannya, seperti orang yang membangun rumah dengan menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika banjir datang, rumah itu tidak mudah goyah.
Mendengarkan firman saja belum cukup. Firman harus menjadi dasar kehidupan.
Kita mungkin mengalami berbagai “badai” dalam kehidupan: masalah keluarga, kegagalan, penghinaan, kehilangan, ketidakadilan, bahkan masa-masa ketika doa terasa seperti tidak mendapat jawaban. Pada saat seperti itu, barulah terlihat seberapa kuat dasar hidup kita.
Jika Kristus menjadi dasar, kita mungkin tetap menangis, tetapi tidak mudah menyerah. Kita mungkin terluka, tetapi tidak harus membalas dengan kejahatan. Kita mungkin jatuh, tetapi selalu memiliki alasan untuk bangkit kembali.
Karena itu, jangan hanya bertanya, “Seberapa kuat aku menghadapi masalah?” Tanyakan juga, “Di atas dasar apa aku membangun hidupku?”
Sebab dasar yang kokoh bukan hanya membuat kita mampu tetap berdiri ketika badai datang, tetapi juga membuat hidup kita tetap mampu menghasilkan buah yang baik bagi orang-orang di sekitar kita.
berdiri dalam iman,
dan berbuah dalam kasih.
🙏 Doa
Tuhan Yesus, jadikanlah Engkau dasar hidup kami. Ketika badai kehidupan datang, kuatkanlah kami agar tidak mudah goyah.
Ajarlah kami bukan hanya mendengarkan sabda-Mu, tetapi sungguh melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga hidup kami menghasilkan buah yang baik: kasih, kesabaran, pengampunan, kebaikan, dan kesetiaan.
Biarlah semakin dalam kami berakar dalam diri-Mu, semakin baik pula buah kehidupan yang kami hasilkan bagi sesama.
Amin.
