PARA GEMBALA GEREJA - Mengenal para pemimpin 23 Gereja Katolik Timur dalam satu persekutuan dengan Uskup Roma

PERJALANAN MENJELAJAHI 23 GEREJA KATOLIK TIMUR

PARA GEMBALA GEREJA

Mengenal para pemimpin 23 Gereja Katolik Timur dalam satu persekutuan dengan Uskup Roma

Setelah menjelajahi lima tradisi besar dan mengenal 23 Gereja Katolik Timur sui iuris, kita tiba pada satu pertanyaan yang mungkin muncul: siapa yang menggembalakan Gereja-Gereja ini?

Apakah semuanya dipimpin oleh seorang Patriark? Apakah setiap Gereja memiliki satu orang pemimpin? Apakah Paus adalah kepala langsung dari semua Gereja Timur?

Jawabannya ternyata jauh lebih kaya. Dan justru di sinilah kita dapat melihat keindahan tata kehidupan Gereja Katolik: satu iman tidak selalu berarti satu bentuk pemerintahan.

“Kesatuan Gereja Katolik tidak menghapus keragaman; keragaman pun tidak memecah kesatuan.”

1. Sebelum Mengenal Para Pemimpin, Kenali Dahulu Gerejanya

Dalam Gereja Katolik terdapat 23 Gereja Timur sui iuris yang berada dalam persekutuan penuh dengan Gereja Katolik universal. Masing-masing memiliki warisan liturgi, teologi, spiritualitas, disiplin dan sejarahnya sendiri.

Kitab Hukum Kanonik Gereja-Gereja Timur menyebut sebuah Gereja sui iuris sebagai komunitas umat beriman yang dipersatukan oleh suatu hierarki dan secara eksplisit atau implisit diakui sebagai Gereja sui iuris oleh otoritas tertinggi Gereja.

Karena itu, kita perlu membedakan antara Gereja sui iuris dan tradisi atau ritus. Tradisi yang sama dapat menaungi beberapa Gereja yang masing-masing mempunyai struktur dan gembalanya sendiri.

2. Siapakah Pemimpin Tertinggi Seluruh Gereja?

Paus Leo XIV adalah Uskup Roma dan penerus Santo Petrus. Dalam persekutuan Katolik, beliau menjalankan pelayanan universal sebagai Uskup Roma dan tanda serta pelayan kesatuan Gereja.

Namun hal ini tidak berarti Paus menggantikan para Patriark, Major Archbishop, Metropolitan atau hierark Gereja-Gereja Timur. Gereja-Gereja Timur sui iuris mempunyai hak dan kewajiban untuk mengatur diri menurut tradisi dan disiplin mereka sendiri, dalam kesatuan dengan Takhta Apostolik.

Berbeda dalam tradisi, berbeda dalam tata pemerintahan, tetapi satu dalam persekutuan iman dengan Uskup Roma.

3. Lima Tradisi Besar, Dua Puluh Tiga Gereja

23 Gereja Katolik Timur berakar dalam lima tradisi besar: Aleksandria, Antiokhia/Siria, Armenia, Siria Timur/Kaldea, dan Bizantium/Constantinopel.

Dalam seri Lux Spes sebelumnya, kelima tradisi tersebut kita tampilkan dalam pembagian enam artikel agar perjalanan pembaca lebih mudah diikuti. Secara keseluruhan, Gereja-Gereja Timur ini mempunyai tata kehidupan yang beragam, namun semuanya berada dalam persekutuan Katolik.

A. TRADISI ALEKSANDRIA

3 Gereja Katolik Timur

Ibrahim Isaac Sidrak
01
Gereja Katolik Koptik

Ibrahim Isaac Sidrak

Patriark Aleksandria bagi umat Koptik
Gereja Patriarkal
Tesfaye Tadesse Gebresilasie
02
Gereja Katolik Etiopia

Abune Tesfaye Tadesse Gebresilasie, M.C.C.J.

Uskup Agung Metropolitan Addis Ababa
Gereja Metropolitan sui iuris
Menghesteab Tesfamariam
03
Gereja Katolik Eritrea

Menghesteab Tesfamariam, M.C.C.J.

Uskup Agung Metropolitan Asmara
Gereja Metropolitan sui iuris

B. TRADISI ARMENIA

1 Gereja Katolik Timur

Raphaël Bedros XXI Minassian
04
Gereja Katolik Armenia

Raphaël Bedros XXI Minassian, I.C.P.B.

Catholicos-Patriark Cilicia bagi umat Armenia
Gereja Patriarkal

C. TRADISI BIZANTIUM

14 Gereja Katolik Timur

Flavio Cavallini
05
Gereja Katolik Yunani Albania

Fr. Flavio Cavallini, O.F.M.

Apostolic Administrator of Southern Albania
Administrasi Apostolik
Jan Sergiusz Gajek
06
Gereja Katolik Yunani Belarus

Jan Sergiusz Gajek, M.I.C.

Apostolic Administrator
Administrasi khusus
Petko Valov
07
Gereja Katolik Yunani Bulgaria

Petko Valov

Uskup Eparki Santo Yohanes XXIII dari Sofia
Gereja Metropolitan sui iuris
Milan Stipić dan Đura Džudžar
08
Gereja Katolik Bizantium Kroasia, Serbia dan Montenegro

Milan Stipić & Đura Džudžar

Uskup Križevci dan Uskup Ruski Krstur
Dua yurisdiksi
Gereja Katolik Bizantium Yunani
09
Gereja Katolik Bizantium Yunani

Sede Vacante

Eksarkat Apostolik Yunani saat ini tidak memiliki hierark residen.
Sede Vacante
Fülöp Kocsis
10
Gereja Katolik Yunani Hongaria

Fülöp Kocsis

Uskup Agung Metropolitan Hajdúdorog
Gereja Metropolitan sui iuris
Gereja Katolik Italo-Albania
11
Gereja Katolik Italo-Albania

Donato Oliverio
Raffaele De Angelis
Manuel Nin Güell, O.S.B.

Lungro · Piana degli Albanesi · Santa Maria di Grottaferrata
Tiga yurisdiksi
Kiro Stojanov
12
Gereja Katolik Yunani Makedonia

Kiro Stojanov

Uskup Skopje dan Eparch Strumica-Skopje
Satu hierark untuk dua pelayanan
Youssef Absi
13
Gereja Katolik Yunani-Melkite

Youssef Absi, S.M.S.P.

Patriark Antiokhia dan seluruh Timur bagi umat Melkite
Gereja Patriarkal
Claudiu-Lucian Pop
14
Gereja Katolik Yunani Rumania

Claudiu-Lucian Pop

Major Archbishop of Făgăraș and Alba Iulia
Gereja Major-Archiepiscopal
Gereja Katolik Yunani Rusia
15
Gereja Katolik Yunani Rusia

Tidak memiliki hierark residen

Struktur eksarkat apostolik berada dalam keadaan khusus.
Tidak ada hierark residen
William C. Skurla
16
Gereja Katolik Ruthenia

William C. Skurla

Uskup Agung Metropolitan Pittsburgh
Metropolia + yurisdiksi lain
Jonáš Maxim
17
Gereja Katolik Yunani Slovakia

Jonáš Maxim, M.S.U.

Uskup Agung Metropolitan Prešov
Gereja Metropolitan sui iuris
Sviatoslav Shevchuk
18
Gereja Katolik Yunani Ukraina

Sviatoslav Shevchuk

Major Archbishop of Kyiv-Halych
Gereja Major-Archiepiscopal

D. TRADISI SIRIA TIMUR

2 Gereja Katolik Timur

Polis III Nona
19
Gereja Katolik Kaldea

Polis III Nona

Patriark Babilonia bagi umat Kaldea
Gereja Patriarkal
Raphael Thattil
20
Gereja Katolik Siria-Malabar

Raphael Thattil

Major Archbishop of Ernakulam-Angamaly
Gereja Major-Archiepiscopal

E. TRADISI SIRIA BARAT

3 Gereja Katolik Timur

Bechara Boutros al-Rahi
21
Gereja Maronit

Bechara Boutros al-Rahi

Patriark Antiokhia dan seluruh Timur bagi umat Maronit
Gereja Patriarkal
Ignace Joseph III Younan
22
Gereja Katolik Siria

Ignace Joseph III Younan

Patriark Antiokhia bagi umat Siria
Gereja Patriarkal
Baselios Cardinal Cleemis
23
Gereja Katolik Siria-Malankara

Baselios Cardinal Cleemis Catholicos

Major Archbishop-Catholicos of Trivandrum
Gereja Major-Archiepiscopal

4. Mengapa Tidak Semua Gereja Memiliki Patriark?

Salah satu kesalahpahaman yang mudah muncul ketika kita melihat daftar 23 Gereja adalah anggapan bahwa semuanya seharusnya memiliki seorang Patriark. Padahal struktur Gereja-Gereja Timur tidak demikian.

Ada Gereja yang bersifat Patriarkal, ada yang Major-Archiepiscopal, ada yang memiliki struktur Metropolitan sui iuris, dan ada pula yang mempunyai bentuk pemerintahan khusus seperti eksarkat atau administrasi apostolik.

Karena itu, gelar seorang pemimpin tidak boleh digunakan untuk menyamaratakan semua Gereja. Patriark bukan sekadar sinonim dari “kepala Gereja Timur”. Patriark adalah gelar yang berkaitan dengan struktur kanonik Gereja tertentu.

5. Mengapa Satu Gereja Bisa Memiliki Lebih dari Satu Gembala?

Inilah salah satu hal yang paling menarik dalam kehidupan Gereja-Gereja Timur. Sebuah Gereja sui iuris dapat memiliki beberapa yurisdiksi. Hal ini terjadi karena sejarah, wilayah geografis, diaspora dan perkembangan komunitas umat beriman.

Contoh: Gereja Katolik Bizantium Kroasia, Serbia dan Montenegro memiliki lebih dari satu yurisdiksi. Gereja Italo-Albania juga mempunyai beberapa wilayah gerejawi dengan gembalanya masing-masing.

Jadi rumusnya bukan: 23 Gereja = 23 pemimpin.

Rumus yang lebih tepat adalah: 23 Gereja sui iuris → berbagai yurisdiksi → para hierark dan gembala → satu persekutuan Katolik.

6. Bagaimana dengan Gereja yang Sedang Sede Vacante?

Istilah sede vacante berarti “takhta sedang kosong”. Istilah ini digunakan ketika suatu takhta atau jabatan gerejawi belum memiliki pemegang jabatan definitif.

Hal tersebut tidak berarti Gerejanya berhenti ada. Gereja tetap hidup sebagai Gereja sui iuris, sementara tata kelolanya dijalankan menurut ketentuan kanonik yang berlaku sampai seorang hierark baru ditetapkan.

Dalam daftar kita, keadaan seperti ini terutama terlihat pada Gereja Katolik Bizantium Yunani.

7. Para Gembala, Bukan Para Penguasa

Kata “pemimpin” kadang membuat kita membayangkan kekuasaan. Namun dalam Gereja, kepemimpinan pertama-tama adalah pelayanan pastoral.

Seorang Patriark, Major Archbishop, Metropolitan, Uskup atau Administrator tidak dipanggil untuk menjadi penguasa yang berdiri di atas umat. Ia dipanggil untuk menggembalakan umat Allah, menjaga iman, merayakan misteri keselamatan dan membangun persekutuan.

Karena itu kita menyebut mereka sebagai para gembala Gereja.

“Gembala bukanlah orang yang berjalan di depan agar semua orang melihat dirinya, melainkan orang yang berjalan bersama umat agar mereka semakin dekat kepada Kristus.”

8. Kesatuan Tidak Berarti Keseragaman

Ketika kita melihat 23 Gereja ini, kita menemukan banyak hal yang berbeda: bahasa, musik, ikon, pakaian liturgis, kalender, struktur pemerintahan, gelar para pemimpin, sejarah dan budaya.

Tetapi semua perbedaan tersebut tidak dengan sendirinya menjadi perpecahan. Justru kekayaan itu menjadi bagian dari harta Gereja Katolik universal. Konsili Vatikan II menegaskan bahwa warisan rohani dan disiplin Gereja-Gereja Timur merupakan bagian dari warisan Gereja universal.

Dengan demikian, seorang Katolik Latin tidak perlu melihat tradisi Timur sebagai sesuatu yang “asing”. Demikian pula Gereja Timur tidak perlu kehilangan identitasnya untuk menjadi Katolik.

Katolik tidak berarti semuanya harus sama.

Katolik berarti berada dalam satu iman, satu sakramen, satu persekutuan Gereja, dan satu kesatuan dengan penerus Santo Petrus, sambil tetap menghargai kekayaan tradisi yang sah dan autentik.

9. Dua Puluh Tiga Gereja, Satu Gereja Katolik

No. Gereja Tradisi Gembala / Struktur
1KoptikAleksandriaIbrahim Isaac Sidrak
2EtiopiaAleksandriaTesfaye Tadesse Gebresilasie
3EritreaAleksandriaMenghesteab Tesfamariam
4ArmeniaArmeniaRaphaël Bedros XXI Minassian
5AlbaniaBizantiumFlavio Cavallini
6BelarusBizantiumJan Sergiusz Gajek
7BulgariaBizantiumPetko Valov
8Kroasia–Serbia–MontenegroBizantiumMilan Stipić & Đura Džudžar
9YunaniBizantiumSede Vacante
10HongariaBizantiumFülöp Kocsis
11Italo-AlbaniaBizantiumOliverio, De Angelis & Nin
12MakedoniaBizantiumKiro Stojanov
13MelkiteBizantiumYoussef Absi
14RumaniaBizantiumClaudiu-Lucian Pop
15RusiaBizantiumTidak ada hierark residen
16RutheniaBizantiumWilliam C. Skurla*
17SlovakiaBizantiumJonáš Maxim
18UkrainaBizantiumSviatoslav Shevchuk
19KaldeaSiria TimurPolis III Nona
20Siria-MalabarSiria TimurRaphael Thattil
21MaronitSiria BaratBechara Boutros al-Rahi
22SiriaSiria BaratIgnace Joseph III Younan
23Siria-MalankaraSiria BaratBaselios Cardinal Cleemis

* William C. Skurla adalah Metropolitan Archbishop of Pittsburgh, bukan satu-satunya hierark bagi seluruh yurisdiksi Ruthenian di dunia.

10. Yang Menyatukan Mereka Adalah Kristus

Pada akhirnya, daftar nama ini bukanlah tujuan utama perjalanan kita. Nama-nama tersebut membantu kita melihat wajah manusia dari sebuah realitas yang jauh lebih besar: Gereja Katolik universal.

Di Mesir, Etiopia, Eritrea, Armenia, Ukraina, Rumania, India, Timur Tengah, Eropa dan berbagai tempat lainnya, umat Katolik merayakan iman dengan bahasa dan warisan yang berbeda.

Namun mereka semua mengakui iman yang sama kepada Yesus Kristus, mengambil bagian dalam kehidupan sakramental Gereja, dan hidup dalam persekutuan dengan Uskup Roma.

“Satu iman. Satu persekutuan dengan Uskup Roma. Beragam tradisi, ritus, Gereja dan para gembala.”

Refleksi

Mungkin selama ini kita mengira bahwa menjadi Katolik berarti menjadi seragam. Kita mengenal Gereja terutama melalui pengalaman paroki dan tradisi yang kita hidupi sehari-hari.

Tetapi ketika kita membuka jendela lebih lebar, kita menemukan sebuah Gereja yang jauh lebih luas. Ada Patriark yang menggembalakan umatnya. Ada Major Archbishop. Ada Metropolitan. Ada Uskup. Ada Administrator Apostolik. Ada pula Gereja yang sementara menantikan gembala baru.

Semua itu tidak mengurangi kekatolikan mereka. Justru di dalam keragaman itulah kita dapat melihat betapa luasnya Tubuh Kristus.

Gereja Katolik bukanlah Gereja yang miskin karena memiliki banyak tradisi. Ia justru kaya karena mampu memelihara banyak tradisi dalam satu iman.

Penutup Seri: Gereja yang Bernapas dengan Dua Paru-Paru

Perjalanan kita mengenai 23 Gereja Katolik Timur kini sampai pada akhirnya. Kita telah melihat lima tradisi besar, mengenal 23 Gereja sui iuris, dan sekarang mengenal para gembala serta bentuk tata pemerintahannya.

Tetapi perjalanan ini sebenarnya membawa kita kembali kepada satu kenyataan yang sederhana: Gereja Katolik adalah satu, tetapi kekayaan hidupnya sangat beragam.

Tradisi Timur dan Barat bukan dua Gereja yang saling bersaing. Keduanya adalah bagian dari satu Gereja Katolik universal. Warisan Timur dan Barat saling memperkaya dan bersama-sama menampilkan wajah Gereja yang lebih utuh.

Dari Roma sampai Alexandria. Dari Antiokhia sampai Armenia. Dari India sampai Ukraina. Dari Mesir sampai Ethiopia. Dari Timur sampai Barat.

Satu Kristus. Satu iman. Satu Gereja. Beragam tradisi. Beragam Gereja. Beragam para gembala.

Inilah kekayaan Gereja Katolik yang universal.

Auctor Articuli — Lux Spes

Satu iman. Satu Gereja. Beragam tradisi.

2