MENGENAL 23 GEREJA KATOLIK TIMUR SUI IURIS

✠ ✧ ✠

GEREJA YANG BERNAPAS
DENGAN DUA PARU-PARU

Mengenal 23 Gereja Katolik Timur sui iuris dalam Kekayaan Gereja Katolik Universal

Ketika kita mendengar kata Gereja Katolik, sering kali yang pertama muncul dalam pikiran adalah Gereja yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari: Misa dengan Ritus Romawi, bahasa Latin atau bahasa daerah, imam dengan jubah yang kita kenal, serta struktur Gereja yang berakar pada Roma.

Semua itu benar. Namun, kekayaan Gereja Katolik ternyata jauh lebih luas daripada yang sering kita lihat.

Di dalam persekutuan Gereja Katolik terdapat bukan hanya Gereja Latin, tetapi juga 23 Gereja Katolik Timur yang otonom dalam tata kehidupannya atau disebut sui iuris.

Gereja-gereja ini memiliki sejarah yang sangat tua, tradisi liturgi yang khas, spiritualitas yang kaya, hukum dan tata kehidupan gerejawi sendiri, serta warisan iman yang berasal dari berbagai pusat Kekristenan Timur.

Namun keberagaman itu tidak memecah Gereja. Justru di dalam keberagaman tersebut kita dapat melihat betapa luasnya wajah Gereja Katolik yang sungguh katolik — universal.

🫁   🫁

“Gereja Harus Bernapas dengan Dua Paru-Paru”

Santo Yohanes Paulus II menggunakan gambaran yang sangat indah untuk menjelaskan hubungan antara tradisi Gereja Timur dan Barat.

Gereja harus bernapas dengan kedua paru-parunya: Timur dan Barat.

Ungkapan tersebut bukan berarti ada dua Gereja Katolik yang berdiri sendiri. Sebaliknya, gambaran itu menunjukkan bahwa kekayaan Gereja universal menjadi semakin utuh ketika warisan rohani Timur dan Barat saling mengenal, menghargai, dan memperkaya.

Konsili Vatikan II sendiri menegaskan bahwa tradisi-tradisi Timur merupakan bagian dari warisan Gereja universal dan bahwa keberagaman tradisi tidak merusak kesatuan Gereja, melainkan justru dapat memperlihatkan kesatuannya dalam keberagaman yang sah.

Apa Arti sui iuris?

Istilah Latin sui iuris secara sederhana dapat dipahami sebagai “menurut haknya sendiri”.

Dalam kehidupan Gereja Katolik, istilah ini menunjuk pada Gereja partikular yang memiliki tata kehidupan, tradisi, disiplin, dan struktur gerejawi sendiri sesuai dengan warisan yang diterimanya.

Perlu diperhatikan:

Ke-23 Gereja Katolik Timur bukan sekadar “23 ritus”. Yang lebih tepat adalah menyebutnya 23 Gereja Katolik Timur sui iuris. Setiap Gereja memiliki identitas gerejawi dan warisan tradisinya sendiri.

Mereka tetap berada dalam persekutuan penuh dengan Uskup Roma, Paus, dan bersama-sama dengan Gereja Latin membentuk satu persekutuan Gereja Katolik.

Gereja dan Ritus: Apa Bedanya?

Di sinilah kita perlu berhati-hati menggunakan istilah “ritus”.

Gereja menunjuk pada komunitas gerejawi tertentu dengan struktur, hukum, tradisi dan warisan spiritualnya.

Sedangkan tradisi liturgis atau ritus berkaitan dengan bentuk perayaan liturgi, spiritualitas, disiplin dan warisan gerejawi yang berkembang dalam tradisi tertentu.

Karena itu, satu tradisi liturgis dapat digunakan oleh beberapa Gereja Katolik Timur yang berbeda.

Lima Tradisi Liturgis Utama Gereja Katolik Timur

Ke-23 Gereja Katolik Timur dapat dikelompokkan berdasarkan lima tradisi liturgis besar yang menjadi warisan Kekristenan Timur.

TRADISI I

Aleksandria

Berakar pada tradisi Gereja Mesir dan Ethiopia, dengan warisan yang sangat tua dari Kekristenan Afrika Timur.

3 Gereja

TRADISI II

Armenia

Tradisi yang berakar pada Gereja Armenia dan memiliki identitas liturgis serta spiritual yang sangat khas.

1 Gereja

TRADISI III

Bizantium

Tradisi yang berkembang dari warisan Gereja Konstantinopel dan menjadi tradisi terbesar di antara Gereja Katolik Timur.

14 Gereja

TRADISI IV

Siria Timur

Tradisi kuno yang berkembang dari Kekristenan Mesopotamia dan Persia.

2 Gereja

TRADISI V

Siria Barat

Tradisi yang berkembang dalam lingkungan Kekristenan Siria Barat dan memiliki warisan liturgis yang sangat tua.

3 Gereja

23 Gereja Katolik Timur sui iuris

Sekarang marilah kita mengenal satu per satu ke-23 Gereja Katolik Timur tersebut.

Daftar berikut disusun berdasarkan lima tradisi liturgis utama. Masing-masing Gereja mempunyai sejarah dan karakteristiknya sendiri yang sangat menarik untuk dipelajari.

I. Tradisi Aleksandria

3 Gereja Katolik Timur
  • 1
    Gereja Katolik Koptik Berakar dalam tradisi Kekristenan Mesir.
  • 2
    Gereja Katolik Etiopia Berakar dalam tradisi Kekristenan Ethiopia.
  • 3
    Gereja Katolik Eritrea Gereja Katolik Timur dengan tradisi liturgis Aleksandria.

II. Tradisi Armenia

1 Gereja Katolik Timur
  • 4
    Gereja Katolik Armenia Pewaris tradisi kuno Gereja Armenia.

III. Tradisi Bizantium

14 Gereja Katolik Timur
  • 5
    Gereja Katolik Yunani Albania Tradisi Bizantium.
  • 6
    Gereja Katolik Yunani Belarusia Tradisi Bizantium.
  • 7
    Gereja Katolik Yunani Bulgaria Tradisi Bizantium.
  • 8
    Gereja Katolik Bizantium Kroasia dan Serbia Tradisi Bizantium.
  • 9
    Gereja Katolik Yunani Tradisi Bizantium.
  • 10
    Gereja Katolik Yunani Hungaria Tradisi Bizantium.
  • 11
    Gereja Katolik Italo-Albania Tradisi Bizantium.
  • 12
    Gereja Katolik Yunani Makedonia Tradisi Bizantium.
  • 13
    Gereja Katolik Yunani Melkit Tradisi Bizantium dan warisan Kekristenan Timur.
  • 14
    Gereja Katolik Yunani Rumania Tradisi Bizantium.
  • 15
    Gereja Katolik Yunani Rusia Tradisi Bizantium.
  • 16
    Gereja Katolik Rutenia Tradisi Bizantium.
  • 17
    Gereja Katolik Yunani Slovakia Tradisi Bizantium.
  • 18
    Gereja Katolik Yunani Ukraina Salah satu Gereja Katolik Timur terbesar dalam tradisi Bizantium.

IV. Tradisi Siria Timur

2 Gereja Katolik Timur
  • 19
    Gereja Katolik Kaldea Berakar dalam tradisi Siria Timur dan Kekristenan Mesopotamia.
  • 20
    Gereja Katolik Siro-Malabar Gereja Katolik Timur di India dengan tradisi Siria Timur.

V. Tradisi Siria Barat

3 Gereja Katolik Timur
  • 21
    Gereja Maronit Gereja Katolik Timur dengan warisan tradisi Siria.
  • 22
    Gereja Katolik Siria Berakar dalam tradisi Siria Barat.
  • 23
    Gereja Katolik Siro-Malankara Gereja Katolik Timur di India dengan tradisi Siria Barat.
23 Gereja — Satu Persekutuan

3 Gereja dalam tradisi Aleksandria + 1 Gereja dalam tradisi Armenia + 14 Gereja dalam tradisi Bizantium + 2 Gereja dalam tradisi Siria Timur + 3 Gereja dalam tradisi Siria Barat = 23 Gereja Katolik Timur sui iuris.

Mengapa Gereja Katolik Memiliki Banyak Tradisi?

Kekayaan ini lahir dari perjalanan panjang Gereja sejak zaman para Rasul.

Injil yang sama diterima oleh berbagai bangsa dan budaya. Dalam perjalanan sejarah, komunitas-komunitas Kristen berkembang di Mesir, Siria, Mesopotamia, Armenia, Konstantinopel, India dan berbagai wilayah lainnya.

Mereka mengembangkan cara mengungkapkan iman yang khas melalui bahasa, musik, doa, liturgi, spiritualitas, hukum gerejawi dan kebudayaan mereka sendiri.

Perbedaan tersebut tidak selalu berarti perbedaan iman. Justru sering kali kita menemukan satu iman yang sama diungkapkan melalui bahasa dan bentuk yang berbeda.

“Keberagaman dalam Gereja tidak merusak kesatuan; keberagaman justru dapat menjadi tanda dan kekayaan kesatuan Gereja.”

Apa yang Dapat Dipelajari Gereja Latin?

Mengenal Gereja Katolik Timur bukan berarti umat Katolik Latin harus meninggalkan tradisinya.

Sebaliknya, dengan mengenal saudara-saudari kita dari Gereja Timur, kita dapat semakin menyadari bahwa tradisi Katolik yang kita kenal hanyalah salah satu bagian dari kekayaan besar Gereja universal.

Dari Gereja Timur kita dapat belajar tentang kedalaman doa, keheningan, ikon, kekayaan liturgi, tradisi para Bapa Gereja, kehidupan monastik, serta cara iman diwariskan dari generasi ke generasi.

Demikian pula Gereja Timur dapat terus diperkaya oleh pengalaman Gereja Barat.

Bukan persaingan. Bukan siapa yang lebih “Katolik”. Melainkan sebuah pertukaran karunia dalam satu Tubuh Kristus.

☦   ✝

Timur dan Barat

Bukan dua Gereja yang saling berlawanan, melainkan kekayaan tradisi yang dapat saling memperkaya dalam persekutuan Gereja Katolik.

SATU IMAN. SATU GEREJA. BERAGAM TRADISI.

Ketika kita melihat Gereja Katolik hanya dari apa yang kita kenal sehari-hari, kita mungkin mengira bahwa Katolik hanya memiliki satu wajah.

Tetapi ketika kita mulai membuka pintu menuju Timur, kita menemukan sebuah dunia iman yang begitu luas: bahasa-bahasa kuno, liturgi yang agung, ikon-ikon, nyanyian, tradisi para Bapa, kehidupan monastik, spiritualitas dan kisah umat beriman yang telah menjaga Injil selama berabad-abad.

Semua itu bukan sekadar sejarah. Semua itu adalah bagian dari kekayaan Gereja Katolik Universal.

Dan mungkin di sanalah kita semakin memahami makna kata Katolik: bukan hanya milik satu bangsa, satu bahasa, satu budaya atau satu bentuk liturgi, tetapi terbuka bagi seluruh dunia.

Gereja yang sungguh universal adalah Gereja yang mampu menjaga kesatuan tanpa mematikan keberagaman.

Satu iman. Satu Gereja. Beragam tradisi. Satu Tubuh Kristus.

Auctor Articuli — Lux Spes
Sebuah perjalanan kecil untuk mengenal kekayaan iman Katolik yang universal.

2