Renungan Rabu Pekan Paskah III
Hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada saat-saat di mana segalanya terasa runtuh, rencana berubah, dan hati dipenuhi ketidakpastian. Bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa bahkan dalam kekacauan, Tuhan tetap bekerja dengan cara-Nya yang ajaib.
Dalam Kisah Para Rasul, penganiayaan membuat jemaat tercerai-berai. Secara manusiawi, ini tampak seperti kehancuran. Namun justru dari peristiwa itu, Injil tersebar ke banyak tempat. Apa yang terlihat sebagai penderitaan, ternyata menjadi jalan baru bagi karya keselamatan Tuhan.
Tuhan mampu mengubah luka menjadi berkat. Ketika hidup kita terguncang, mungkin kita merasa kehilangan arah. Namun sesungguhnya, Tuhan sedang membuka jalan yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Ia tidak pernah meninggalkan kita, tetapi justru menuntun kita ke arah yang lebih baik.
Dalam Injil, Yesus menegaskan bahwa Dia adalah roti hidup. Ia bukan hanya memberi kekuatan sementara, tetapi hidup yang kekal. Siapa yang datang kepada-Nya tidak akan pernah ditolak.
Ini adalah janji yang memberi pengharapan. Di saat kita merasa tidak diterima, tidak dimengerti, atau bahkan ditolak oleh dunia, Kristus tetap membuka tangan-Nya. Ia menerima, menguatkan, dan menuntun kita melangkah dalam iman.
Maka, jangan takut ketika hidup terasa goyah. Percayalah, Tuhan sedang bekerja. Jalan yang tertutup hari ini bisa menjadi pintu menuju berkat esok hari. Bersama Kristus, tidak ada perjalanan yang sia-sia.
Apakah aku percaya bahwa Tuhan tetap bekerja di tengah kesulitan hidupku?
Sudahkah aku datang kepada Kristus sebagai sumber kekuatanku setiap hari?
Tuhan Yesus, di saat hidupku terguncang, ajarilah aku untuk tidak takut. Kuatkanlah imanku agar aku tetap percaya bahwa Engkau sedang membuka jalan baru. Jadilah roti hidup yang menguatkan jiwaku, dan tuntunlah aku untuk tetap berjalan dalam terang-Mu. Amin.




