MENU

KALENDER LITURGI

📖 Kalender Liturgi
Memuat...
🙏 Renungan Harian
Memuat...

Renungan Minggu Paskah II 12 April 2026

RENUNGAN MINGGU PASKAH II

Iman yang Percaya

“Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya—di situlah iman menemukan kekuatannya.”

Dalam kehidupan ini, kita sering ingin melihat terlebih dahulu sebelum percaya. Kita ingin bukti, kepastian, dan jawaban yang jelas. Namun Injil hari ini mengajak kita untuk melangkah lebih jauh: percaya bahkan ketika kita belum melihat. Seperti Tomas yang ragu, kita pun sering mempertanyakan kehadiran Tuhan dalam hidup kita.

“Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yohanes 20:29)

Yesus tidak menolak keraguan Tomas, tetapi Ia mengubahnya menjadi iman. Ini menunjukkan bahwa Tuhan memahami kelemahan kita, namun Ia juga mengundang kita untuk bertumbuh dalam kepercayaan. Iman sejati tidak selalu lahir dari apa yang terlihat, tetapi dari hati yang terbuka untuk percaya.

Dalam bacaan pertama, kita melihat kehidupan jemaat perdana yang hidup dalam kesatuan, doa, dan kasih. Mereka mengalami kehadiran Tuhan dalam kebersamaan dan saling berbagi.

“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan.” (Kisah Para Rasul 2:42)

Iman tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga hidup dalam komunitas. Ketika kita saling menguatkan dan berbagi, kita menghadirkan Tuhan di tengah dunia.

Sementara itu, dalam bacaan kedua, kita diingatkan bahwa iman kita adalah sumber pengharapan yang hidup, bahkan di tengah pencobaan.

“Dilahirkan kembali untuk suatu pengharapan yang hidup oleh kebangkitan Yesus Kristus.” (1 Petrus 1:3)

Iman bukan berarti hidup tanpa kesulitan, tetapi memiliki keyakinan bahwa Tuhan selalu menyertai kita. Dari iman itulah lahir kekuatan, pengharapan, dan sukacita yang tidak tergoyahkan.

Kristus yang bangkit datang membawa damai di tengah ketakutan para murid. Ia hadir bukan untuk menghukum, tetapi untuk menguatkan. Demikian pula dalam hidup kita, Tuhan hadir untuk meneguhkan, bukan menjatuhkan.

Iman yang sejati adalah percaya, bahkan saat kita belum melihat. Di situlah kita menemukan kekuatan sejati dalam Tuhan.

Refleksi

  • Apakah saya masih menuntut “melihat” sebelum percaya kepada Tuhan?
  • Bagaimana saya bisa memperkuat iman saya di tengah keraguan?
  • Apakah saya sudah hidup dalam kebersamaan dan kasih seperti jemaat perdana?

Doa

Tuhan Yesus yang bangkit,

Engkau mengenal hatiku yang sering ragu dan takut.
Namun Engkau tidak meninggalkanku,
melainkan mengundangku untuk percaya.

Tambahkanlah imanku,
agar aku mampu percaya meski tidak melihat.
Kuatkanlah harapanku,
agar aku tetap teguh dalam setiap pencobaan.

Ajarlah aku untuk hidup dalam kasih,
berbagi dengan sesama,
dan menjadi saksi kehadiran-Mu di dunia ini.

Sebab Engkaulah Tuhan yang hidup,
kini dan sepanjang segala masa.

Amin.