Renungan Kamis Paskah II
Renungan Kamis Paskah II
“Di tengah penolakan dunia, tetaplah setia—karena kebenaran Allah tidak pernah gagal.”
Bacaan I: Kis 5:27–33
Mazmur: Mzm 34:2.9.17-18.19-20
Injil: Yoh 3:31–36
Dalam Bacaan Pertama, para rasul dihadapkan pada tekanan dan ancaman karena mewartakan Yesus. Mereka diperintahkan untuk berhenti, bahkan menghadapi risiko hukuman. Namun dengan tegas mereka berkata: “Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia.” Ini adalah kesaksian iman yang luar biasa—bahwa kebenaran Allah tidak dapat dibungkam oleh tekanan dunia.
Mazmur hari ini menguatkan kita bahwa Tuhan selalu berpihak kepada orang benar. Ia mendengar seruan umat-Nya dan menyelamatkan mereka dari segala kesesakan. Walau orang benar mengalami banyak penderitaan, Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka. Kesetiaan kepada Allah selalu disertai penyertaan-Nya.
Dalam Injil, Yesus menegaskan bahwa Dia datang dari atas dan membawa kebenaran Allah. Siapa yang percaya kepada-Nya memperoleh hidup yang kekal, tetapi siapa yang menolak-Nya tetap berada dalam kegelapan. Dunia mungkin menolak terang, tetapi terang itu tidak pernah padam. Kebenaran Allah tetap berdiri, sekalipun manusia berusaha menolaknya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun sering menghadapi “penolakan dunia”: ketika kejujuran dianggap kelemahan, ketika iman dipertanyakan, atau ketika kebenaran tidak dihargai. Namun Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk tetap setia. Sebab kesetiaan kita kepada Allah tidak pernah sia-sia.
Ketika kita hidup dalam kebenaran, kita mungkin ditolak oleh dunia, tetapi kita diterima oleh Allah. Dan pada akhirnya, bukan penilaian dunia yang menentukan hidup kita, melainkan kebenaran Allah yang kekal.
Refleksi
- Apakah aku berani tetap setia pada kebenaran, meskipun menghadapi tekanan atau penolakan?
- Dalam situasi apa aku lebih memilih mengikuti manusia daripada taat kepada Allah?
- Sudahkah aku sungguh percaya bahwa kebenaran Allah tidak pernah gagal?
Doa
Tuhan Allah yang setia,
di tengah dunia yang sering menolak kebenaran,
aku mohon kuatkan imanku.
Berilah aku keberanian untuk tetap setia kepada-Mu,
meskipun harus menghadapi tantangan dan penolakan.
Ajarlah aku untuk lebih taat kepada-Mu
daripada kepada kehendak manusia.
Teguhkan hatiku agar tidak goyah,
dan mampukan aku menjadi saksi kebenaran-Mu.
Aku percaya, ya Tuhan,
bahwa kebenaran-Mu tidak pernah gagal.
Dalam terang-Mu aku berjalan,
kini dan sepanjang masa. Amin.




