Renungan Jumat Agung
Renungan Jumat Agung
Hari ini kita berdiri di hadapan salib. Dalam suasana hening, kita tidak hanya melihat penderitaan, tetapi menyaksikan kasih yang begitu besar bagi dunia. Salib bukan sekadar lambang derita, melainkan tanda cinta yang tidak pernah menyerah.
Dari Kristus, kita belajar mengasihi tanpa batas. Kasih-Nya tidak berhenti saat Ia ditolak, tidak padam saat Ia disakiti. Ia tetap mengasihi, bahkan ketika manusia berpaling dari-Nya.
Kita juga belajar mengampuni tanpa syarat. Di tengah penderitaan, Ia tidak membalas dengan kebencian, melainkan menghadirkan pengampunan. Inilah kekuatan sejati yang memulihkan hati manusia.
Dan akhirnya, kita belajar setia sampai akhir. Jalan salib bukan jalan yang mudah, tetapi Kristus tetap berjalan dalam ketaatan kepada kehendak Bapa. Kesetiaan-Nya menjadi teladan bagi kita dalam menghadapi setiap pergumulan hidup.
(Lukas 23:34)
(Yohanes 15:13)
- Apakah aku sudah mengasihi tanpa batas?
- Sudahkah aku sungguh mengampuni?
- Apakah aku tetap setia saat hidup terasa berat?
Tuhan Yesus,
di hadapan salib-Mu aku belajar arti kasih yang sejati.
Ajarlah aku untuk mengasihi tanpa batas,
mengampuni tanpa syarat,
dan setia sampai akhir hidupku.
Kuatkan aku dalam setiap pergumulan,
agar aku tidak menyerah,
melainkan tetap berjalan bersama-Mu.
Amin.




