MENU

KALENDER LITURGI

📖 Kalender Liturgi
Memuat...
🙏 Renungan Harian
Memuat...

Renungan Minggu Paskah III – 19 April 2026

Minggu Paskah III – 19 April 2026

Warna Liturgi: Putih

“Jangan takut berjalan dalam kebingungan, sebab Tuhan sering menyatakan diri-Nya di tengah perjalanan, bukan di akhir.”

Dalam kehidupan, tidak jarang kita berjalan dalam kebingungan. Hati penuh tanya, langkah terasa berat, dan arah seolah kabur. Namun, melalui bacaan hari ini, kita diajak untuk percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, bahkan dalam perjalanan yang paling gelap sekalipun.

Dalam Bacaan I (Kis 2:14.22-33), Rasul Petrus dengan berani berdiri di hadapan orang banyak dan bersaksi tentang Yesus yang bangkit. Padahal, sebelumnya ia adalah pribadi yang pernah takut dan menyangkal. Namun setelah mengalami kebangkitan Kristus, hidupnya berubah. Ia tidak lagi berjalan dalam kebingungan, tetapi dalam kepastian iman. Ini menjadi tanda bahwa Tuhan mampu mengubah ketakutan menjadi keberanian, dan keraguan menjadi kesaksian.

Mazmur tanggapan (Mzm 16) menguatkan hati kita dengan keyakinan bahwa Tuhan adalah bagian warisan kita dan tidak akan membiarkan kita binasa. Pemazmur seperti seorang peziarah yang tetap percaya, meskipun jalan hidup tidak selalu mudah. Ia menemukan sukacita bukan karena keadaan, tetapi karena kehadiran Tuhan yang setia menyertai.

Dalam Bacaan II (1Ptr 1:17-21), kita diingatkan bahwa hidup kita telah ditebus bukan dengan sesuatu yang fana, melainkan dengan darah Kristus yang mulia. Ini adalah pengingat bahwa setiap perjalanan hidup kita memiliki nilai yang sangat berharga di mata Tuhan. Kita tidak berjalan sendirian, karena kita telah dipanggil untuk hidup dalam pengharapan yang pasti.

Injil hari ini (Luk 24:13-35) menghadirkan kisah dua murid di jalan Emaus. Mereka berjalan dalam kesedihan dan kebingungan setelah kematian Yesus. Namun tanpa mereka sadari, Yesus Kristus sendiri berjalan bersama mereka. Ia mendengarkan, menjelaskan Kitab Suci, dan akhirnya dikenal saat pemecahan roti. Kisah ini mengajarkan bahwa Tuhan sering hadir secara diam-diam dalam perjalanan hidup kita. Bukan di akhir, tetapi justru di tengah proses, saat kita masih mencari dan belum memahami.

Refleksi:

Pernahkah kita merasa Tuhan jauh saat hidup terasa sulit? Kisah hari ini mengajak kita untuk membuka mata iman. Mungkin Tuhan tidak selalu hadir sesuai harapan kita, tetapi Ia selalu hadir sesuai kebutuhan kita. Dalam kebingungan, Ia berjalan bersama. Dalam keraguan, Ia menyalakan hati kita. Sudahkah kita menyadari kehadiran-Nya hari ini?
Doa:

Tuhan Yesus yang bangkit,
dalam perjalanan hidupku, sering aku merasa bingung dan kehilangan arah.
Namun Engkau tetap setia berjalan bersamaku.
Bukalah mataku agar aku mengenali kehadiran-Mu,
dan kobarkan hatiku dengan Sabda-Mu.
Tuntunlah langkahku agar tetap setia di jalan-Mu.
Amin.