MENU

KALENDER LITURGI

📖 Kalender Liturgi
Memuat...
🙏 Renungan Harian
Memuat...

Renungan Senin Prapaska IV

Renungan dari Lux Spes

Renungan Harian Prapaskah

Senin Pekan Prapaskah IV – Tahun A

“Ketika kita percaya pada Sabda Tuhan, harapan yang jauh pun dapat menjadi kenyataan.”

Dalam bacaan pertama dari Kitab Yesaya, Tuhan memberikan janji pengharapan kepada umat-Nya. Ia berbicara tentang langit yang baru dan bumi yang baru, tentang kehidupan yang dipenuhi sukacita dan damai. Janji ini diberikan kepada umat yang sedang mengalami penderitaan. Secara manusiawi, harapan itu terasa jauh. Namun Tuhan mengajak mereka untuk tetap percaya bahwa janji-Nya tidak pernah sia-sia.

Hal yang sama kita lihat dalam Injil hari ini. Seorang pegawai istana datang kepada Yesus dengan hati penuh kecemasan karena anaknya hampir mati. Ia memohon agar Yesus datang ke rumahnya. Namun Yesus hanya memberikan satu sabda yang sederhana tetapi penuh kuasa.

“Yesus berkata kepadanya: Pergilah, anakmu hidup. Orang itu percaya pada perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu ia pergi.”
(Yohanes 4:50)

Pegawai istana itu tidak melihat mukjizat pada saat itu juga. Ia hanya mendengar sabda Yesus. Namun ia memilih untuk percaya. Ia pulang dengan iman di dalam hatinya. Ketika ia tiba di rumah, ia mendapati bahwa anaknya benar-benar sembuh pada saat Yesus mengucapkan sabda tersebut.

Injil hari ini mengajarkan kepada kita bahwa iman sering kali dimulai bukan dengan melihat, tetapi dengan percaya. Kita tidak selalu langsung melihat jawaban dari doa-doa kita. Kadang kita harus berjalan dalam iman terlebih dahulu.

Masa Prapaskah mengajak kita untuk memperbarui iman kita kepada Tuhan. Dalam hidup sehari-hari kita juga menghadapi berbagai pergumulan: sakit, kesulitan hidup, kekhawatiran tentang masa depan, atau doa yang terasa belum dijawab. Pada saat-saat seperti itu, harapan bisa terasa sangat jauh.

Namun Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tetap bekerja, bahkan ketika kita belum melihat hasilnya. Ketika kita percaya kepada-Nya dan tetap berjalan dalam iman, Tuhan dapat mengubah kekhawatiran menjadi harapan, dan harapan itu pada waktunya akan menjadi kenyataan.

Refleksi:
Apakah aku sungguh percaya pada Sabda Tuhan, bahkan ketika jawabannya belum terlihat dalam hidupku?
Doa:
Tuhan Yesus yang penuh kasih, ajarlah aku untuk percaya kepada sabda-Mu. Sering kali aku ingin melihat terlebih dahulu sebelum percaya. Namun hari ini Engkau mengajarkanku untuk berjalan dalam iman. Kuatkanlah hatiku agar tetap berharap kepada-Mu, bahkan ketika jalan hidup terasa sulit dan jawaban doa belum terlihat. Semoga imanku kepada-Mu semakin teguh, sehingga aku dapat mengalami karya-Mu yang menyelamatkan dalam hidupku. Amin.
Kembali ke Bacaan Liturgi Klik disini