Renungan Rabu 18 Maret 2026
Renungan Harian Prapaskah
Injil Yohanes 5:17–30
Injil hari ini menceritakan bagaimana Yesus menyatakan hubungan-Nya yang sangat erat dengan Bapa. Ia menegaskan bahwa apa yang dikerjakan oleh Bapa, itu juga yang dikerjakan oleh Anak. Dalam pernyataan ini, Yesus menunjukkan bahwa Ia bukan sekadar pengajar, tetapi sumber kehidupan itu sendiri.
Yesus datang bukan hanya untuk berbicara, tetapi untuk memberikan hidup. Hidup yang Ia berikan bukan sekadar hidup jasmani, melainkan hidup yang penuh makna, damai, dan kekal.
(Yohanes 5:24)
Sabda ini menjadi dasar iman kita. Percaya kepada Kristus bukan hanya berarti mengetahui tentang Dia, tetapi sungguh mendengarkan dan melaksanakan sabda-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Sering kali kita mencari arti hidup dalam hal-hal duniawi: keberhasilan, harta, atau pengakuan. Namun semua itu tidak pernah benar-benar memuaskan hati manusia. Tanpa Kristus, hidup bisa terasa kosong dan kehilangan arah.
Sebaliknya, ketika kita mulai percaya kepada Kristus dan membuka hati kepada sabda-Nya, kita mulai mengalami hidup yang baru. Hidup yang penuh harapan, damai, dan sukacita sejati.
Masa Prapaskah menjadi kesempatan bagi kita untuk kembali kepada Tuhan. Setiap langkah kecil dalam iman adalah langkah menuju hidup yang sejati bersama Kristus.
Apakah aku sungguh percaya kepada Kristus dalam hidupku sehari-hari? Apakah aku sudah mendengarkan dan melaksanakan sabda-Nya?
Tuhan Yesus, Engkaulah sumber hidup yang sejati. Ajarlah aku untuk sungguh percaya kepada-Mu, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan seluruh hidupku. Bukalah hatiku agar aku mau mendengarkan sabda-Mu dan setia melaksanakannya setiap hari. Tuntunlah langkahku agar aku semakin dekat kepada-Mu dan mengalami hidup yang penuh makna, damai, dan harapan. Sebab hanya bersama-Mu aku menemukan hidup yang sejati. Amin.




