Renungan Prapaska IV Selasa 17 Maret 2026
Renungan Harian Prapaskah
Selasa,17 Maret 2026
Injil hari ini dari Yohanes menceritakan tentang seorang yang telah sakit selama tiga puluh delapan tahun. Ia berada di kolam Betesda bersama banyak orang sakit lainnya yang menantikan saat air kolam itu bergoncang. Mereka percaya bahwa siapa yang pertama masuk ke dalam kolam akan memperoleh kesembuhan.
Namun orang ini tidak pernah berhasil mencapainya. Ia selalu terlambat. Selama bertahun-tahun ia hidup dalam keterbatasan dan menunggu harapan yang seakan tidak pernah datang. Hidupnya seolah terikat pada masa lalu yang penuh penderitaan.
Ketika Yesus melihatnya, Ia mengetahui bahwa orang itu telah lama menderita. Lalu Yesus bertanya kepadanya: “Maukah engkau sembuh?” Pertanyaan ini sebenarnya mengajak orang itu untuk bangkit dari keadaan lamanya.
(Yohanes 5:8)
Sabda Yesus itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Seketika itu juga orang tersebut disembuhkan. Ia berdiri, mengangkat tilamnya, dan berjalan. Hidup yang selama puluhan tahun terikat oleh kelumpuhan kini dipulihkan oleh kuasa Sabda Kristus.
Kisah ini tidak hanya berbicara tentang kesembuhan fisik, tetapi juga tentang kelumpuhan hidup yang sering kita alami: luka masa lalu, kegagalan, rasa putus asa, atau dosa yang membuat kita sulit melangkah maju.
Sering kali kita seperti orang di Betesda: terlalu lama berada dalam keadaan yang sama dan merasa tidak mampu berubah. Namun Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa Yesus melihat penderitaan kita dan menawarkan kehidupan yang baru.
Ketika kita mau bangkit bersama Kristus, masa lalu tidak lagi mengikat masa depan kita. Tuhan memberi kita kekuatan untuk berdiri kembali dan melangkah dengan harapan yang baru.
Apakah ada “kelumpuhan” dalam hidupku yang membuatku sulit melangkah maju? Apakah aku berani bangkit ketika Yesus memanggilku?
Tuhan Yesus, Engkau mengetahui setiap luka dan kelemahan dalam hidupku. Sering kali aku merasa terikat oleh masa lalu dan tidak mampu melangkah maju. Hari ini Engkau memanggilku untuk bangkit dan berjalan bersama-Mu. Berilah aku keberanian untuk meninggalkan segala yang melumpuhkan hidupku. Pulihkanlah hatiku, kuatkanlah imanku, dan tuntunlah aku menuju hidup yang baru. Semoga dengan pertolongan-Mu aku dapat berjalan dalam harapan dan sukacita setiap hari. Amin.




