Renungan Jumat 20 Maret 2026 Pekan Prapaska IV
Renungan Harian Prapaskah
Kebijaksanaan 2:1a.12–22 & Yohanes 7:1–2.10.25–30
Bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa orang yang hidup benar sering kali menghadapi penolakan. Dalam Kitab Kebijaksanaan, digambarkan bagaimana orang fasik merasa terganggu oleh kehadiran orang benar.
(Kebijaksanaan 2:12)
Orang benar ditolak bukan karena kesalahannya, tetapi karena hidupnya menjadi cermin yang menyingkapkan kejahatan. Kehadirannya membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Hal yang sama juga dialami oleh Yesus dalam Injil. Ia ditolak, disalahpahami, bahkan hendak ditangkap. Namun semua itu tidak menghentikan karya-Nya.
(Yohanes 7:30)
Sabda ini menegaskan bahwa rencana Tuhan tidak dapat digagalkan oleh manusia. Segala sesuatu terjadi sesuai dengan waktu dan kehendak-Nya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga bisa mengalami hal yang sama. Ketika kita berusaha hidup jujur dan benar, kita mungkin tidak selalu diterima. Bahkan kita bisa disalahpahami atau ditolak.
Namun Sabda Tuhan hari ini menguatkan kita bahwa kebenaran tidak akan pernah kalah. Tuhan selalu menyertai orang yang setia kepada-Nya, dan pada akhirnya kebenaran akan menang.
Masa Prapaskah mengajak kita untuk tetap teguh dalam iman. Kita dipanggil untuk setia, bukan untuk mencari pengakuan manusia. Karena kebenaran yang berasal dari Tuhan akan tetap berdiri, apa pun yang terjadi.
Apakah aku tetap setia pada kebenaran meskipun menghadapi penolakan? Apakah aku berani hidup benar di tengah dunia yang tidak selalu mendukung?
Tuhan yang benar dan setia, Engkau mengetahui setiap pergumulan dalam hidupku. Sering kali aku takut ditolak ketika berusaha hidup dalam kebenaran. Kuatkanlah hatiku agar aku tetap teguh dan tidak mundur. Berilah aku keberanian untuk hidup jujur dan setia kepada-Mu. Tuntunlah aku agar selalu berjalan dalam terang-Mu, sebab aku percaya bahwa kebenaran-Mu tidak akan pernah dikalahkan. Amin.




