Renungan Harian Selasa Pekan Suci
Renungan Harian
“Bangkitlah, karena Tuhan belum selesai dengan hidupmu.”
Dalam hidup, kita sering merasa gagal, jatuh, bahkan tidak layak di hadapan Tuhan. Seperti Petrus dalam Injil (Yohanes 13:36-38), yang dengan penuh keyakinan berkata akan setia kepada Yesus, namun pada akhirnya menyangkal-Nya. Begitu pula Yudas, yang jatuh dalam pengkhianatan.
Namun, yang menarik adalah: Yesus tetap mengasihi mereka. Ia tidak membatalkan rencana keselamatan hanya karena kelemahan manusia. Kasih Tuhan tidak berhenti karena dosa kita, justru di situlah kasih-Nya semakin nyata.
Dalam Bacaan Pertama (Yesaya 49:1-6), kita mendengar bahwa sejak dalam kandungan, Tuhan telah memanggil dan menetapkan kita. Bahkan ketika kita merasa usaha kita sia-sia, Tuhan berkata bahwa kita tetap berharga di mata-Nya dan dipanggil menjadi terang bagi bangsa-bangsa.
Seringkali kita merasa hidup kita tidak berarti karena kegagalan, dosa, atau masa lalu yang kelam. Tetapi Sabda Tuhan hari ini mengingatkan: Tuhan belum selesai dengan hidupmu. Ia masih berkarya, bahkan melalui luka dan kelemahan kita.
Jangan tinggal dalam kejatuhan. Jangan menyerah pada rasa bersalah. Jika Petrus bisa dipulihkan, maka kita pun bisa. Tuhan selalu membuka jalan untuk bangkit dan kembali kepada-Nya.
Refleksi:
- Apakah aku sedang merasa tidak layak di hadapan Tuhan?
- Apakah aku terjebak dalam rasa bersalah dan sulit bangkit?
- Sudahkah aku percaya bahwa Tuhan masih punya rencana dalam hidupku?
Doa:
Tuhan Yesus yang penuh kasih,
Aku datang kepada-Mu dengan segala kelemahanku.
Aku sadar bahwa aku sering jatuh, menyangkal Engkau melalui sikap dan perbuatanku.
Namun hari ini aku percaya, bahwa kasih-Mu tidak pernah meninggalkanku.
Angkatlah aku dari keterpurukan.
Pulihkan hatiku yang terluka dan kuatkan imanku yang goyah.
Ajarlah aku untuk bangkit dan berjalan kembali bersama-Mu.
Jadikan hidupku alat terang bagi sesama,
meskipun aku penuh keterbatasan.
Sebab aku percaya, Engkau belum selesai dengan hidupku.
Amin.
“Bangkitlah, karena Tuhan belum selesai dengan hidupmu.”




