Relikui Santo Fransiskus Dipajang 2026 di Assisi – 800 Tahun Wafat
Relikui Santo Fransiskus Dipajang untuk Pertama Kalinya dalam 800 Tahun di Assisi (2026)
ASSISI, ITALIA – Peristiwa bersejarah tengah berlangsung di Basilika Santo Fransiskus, Assisi. Untuk pertama kalinya dalam hampir 800 tahun sejak wafatnya pada tahun 1226, sisa-sisa tubuh Santo Fransiskus dari Assisi dipindahkan dari ruang bawah tanah (kripta) dan dipajang untuk penghormatan publik.
Dipindahkan ke Area Kaki Altar Utama
Biasanya, relikui Santo Fransiskus tersimpan aman di dalam kripta yang berada di bawah Basilika Santo Fransiskus. Namun dalam rangka “Yubelium Fransiskan 2026”, sisa tulang santo dipindahkan ke area di kaki altar utama Gereja Bawah (Lower Basilica).
Relikui tersebut ditempatkan dalam wadah kaca anti peluru yang dirancang khusus agar peziarah dapat melihatnya secara langsung dengan tetap menjaga keamanan dan penghormatan terhadap peninggalan suci tersebut.
Momen Rohani yang Langka
Peristiwa ini menjadi momen yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern Gereja. Sejak kematiannya pada 3 Oktober 1226, tubuh Santo Fransiskus tidak pernah dipamerkan secara luas kepada publik dalam bentuk seperti ini.
Ratusan Ribu Peziarah Diperkirakan Hadir
Pihak Basilika memperkirakan antara 350.000 hingga 500.000 peziarah akan mengunjungi Assisi selama masa pemajangan relikui ini. Kota kecil di wilayah Umbria tersebut kini menjadi pusat perhatian Gereja Katolik dunia.
Pemerintah lokal bersama Ordo Fransiskan telah menyiapkan sistem keamanan, jalur ziarah, dan pengaturan liturgi khusus selama periode satu bulan tersebut.
Makna 800 Tahun Warisan Fransiskan
Santo Fransiskus dari Assisi dikenal sebagai pendiri Ordo Fransiskan, pelayan kaum miskin, dan pencinta perdamaian. Spiritualitasnya telah menginspirasi Gereja selama delapan abad.
Peringatan 800 tahun wafatnya bukan hanya nostalgia sejarah, tetapi momentum pembaruan iman bagi umat Kristiani di seluruh dunia.




