MENU

KALENDER LITURGI

📖 Kalender Liturgi
Memuat...
🙏 Renungan Harian
Memuat...

Penabur Iman di Tanah Papua - Kisah Katekis Bapak Lukas Wonda

Penabur Iman di Tanah Papua — Kisah Katekis

Di Bumi Cenderawasih, sebelum bangunan gereja besar berdiri dan imam rutin berkunjung, para katekis -- orang-orang biasa dengan hati yang luar biasa -- telah menabur benih iman di lembah dan kampung terpencil.

Para katekis di Papua bukanlah orang yang mendapat sorotan besar. Mereka adalah petani, nelayan, dan ibu rumah tangga yang dipanggil untuk menjadi guru iman. Dengan Kitab Suci di tangan dan kasih dalam hati, mereka berjalan menembus hutan, menyeberangi sungai, dan bertanya — bagaimana menyampaikan kabar baik kepada tetangga dan keluarga?

Salah satu kisah yang menggugah adalah tentang Bapak Lukas Wonda, seorang katekis dari Pegunungan Tengah. Meski tanpa pendidikan formal tinggi, Lukas memimpin ibadat sabda dengan suara yang penuh keyakinan. Ia menulis nama-nama anak yang siap dibaptis di sebuah buku catatan usang, dan menunggu saat imam datang untuk memberikan sakramen.

"Tuhan datang bukan hanya di kota besar, tetapi juga di lembah, di dusun kecil, di antara kita yang hidup dari tanah ini." — Lukas Wonda

Ketika hujan datang dan jalan berubah menjadi lumpur, semangat mereka tidak pudar. Mereka menabur dengan air mata, mengajar doa dan nyanyian rohani, serta menerjemahkan kosa kata Injil ke dalam bahasa lokal agar setiap orang dapat mengerti dan merasakan kehadiran Tuhan.

Peran mereka sangat vital: mempersiapkan umat untuk sakramen, mendampingi keluarga yang berduka, mengadakan pembelajaran iman untuk anak-anak, dan menjadi penghubung antara umat dan imam paroki. Tanpa kerja keras para katekis ini, banyak komunitas di Papua mungkin belum akan mengenal Gereja seperti sekarang.

Para katekis adalah penjaga iman yang tak kenal lelah. Mereka sering bekerja tanpa imbalan, namun berbuah pemeluk baru iman dan generasi yang tumbuh dalam tradisi Katolik yang hidup. Gereja di Papua berdiri kokoh karena fondasi doa, pengorbanan, dan kesetiaan mereka.

Penutup

Nama-nama mereka mungkin tidak tercatat di buku-buku sejarah, namun karya mereka tercatat di hati umat dan di hadapan Tuhan. Kisah para katekis Papua mengingatkan kita bahwa pelayanan iman bisa lahir dari siapa saja — dari kebun, dari perahu, dari dapur sederhana — ketika hati terbuka untuk dipakai Tuhan.

Penulis : Auctor Articuli-Lux Spes

💬 Bagikan: FacebookWhatsAppX