KALENDER LITURGI

📖 Bacaan
Memuat...
🙏 Renungan
Memuat...

Berita Duka Mgr. Pius Datubara Wafat

🕊️ Berita Duka: Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara, OFM Cap

Medan, 17 Oktober 2025

Dengan hati penuh duka, kami memberitakan bahwa Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara, OFM Cap, Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Medan, telah berpulang ke hadirat Tuhan pada 17 Oktober 2025 di Medan. Beliau dikenal oleh banyak orang sebagai gembala yang lembut, rendah hati, dan berbelaskasih — sosok yang menaburkan pengharapan, iman, dan keteladanan kepada umat selama bertahun-tahun.

Sumber informasi wafat: Keuskupan Agung Medan & laporan media. 0

Riwayat Singkat Hidup

Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara lahir pada 12 Februari 1934 di Lawe Bekung, Aceh Tenggara. Ia memasuki tahapan hidup religius dan ditahbiskan menjadi imam pada 22 Februari 1964. Ia diangkat menjadi Uskup Auksilier Medan pada tahun 1975 dan ditahbiskan sebagai uskup pada 29 Juni 1975 — tahbisan yang dipimpin oleh Kardinal Justinus Darmojuwono (Uskup Agung Semarang) dengan Uskup-uskup lain sebagai ko-konsekrator. Pada 24 Mei 1976 beliau ditetapkan sebagai Uskup Agung Medan dan melayani hingga pensiun pada 12 Februari 2009.

Sumber riwayat: profil resmi Keuskupan Agung Medan, catatan gerejawi dan arsip biografi. 1

Karya dan Pelayanan

Selama masa pelayanannya di Medan, Mgr. Pius dikenal aktif membangun dan memajukan pendidikan Katolik, memperkuat karya pastoral, serta mendorong dialog antar-agama dan kerja sama kemanusiaan di tengah keberagaman Sumatera Utara. Kiprahnya juga berkontribusi dalam kehidupan Gereja di tingkat nasional melalui keterlibatan dalam perjumpaan para uskup dan kegiatan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Banyak sekolah, institusi pastoral, dan program pemberdayaan sosial bertumbuh di bawah pengawasan dan dorongannya.

Sumber ringkasan karya: profil keuskupan & liputan media. 2

Sepenggal Pengalaman Iman

Bagi banyak umat yang pernah bertemu dan mendengar khotbahnya, Mgr. Pius selalu menekankan kesederhanaan hidup dan pentingnya iman yang diwujudkan dalam perbuatan kasih nyata. Ia sering menegaskan bahwa panggilan Kristiani bukan sekadar kata-kata, tetapi hidup yang melayani — hadir di tengah orang miskin, mendampingi mereka yang menderita, serta menjaga persaudaraan antar-sesama manusia. Pengalaman iman inilah yang membuat beliau dihormati bukan hanya sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai bapak rohani.

Penutup: Doa, Renungan, dan Terima Kasih

Di saat duka ini, marilah kita mengangkat doa syukur atas hidup dan pelayanan Mgr. Pius. Semoga Tuhan menerima segala perbuatan baiknya dan memberikan ketenangan bagi keluarga, rekan imam, suster, serta seluruh umat yang berduka. Mari jadikan teladan iman, kerendahan hati, dan semangat pelayanan beliau sebagai dorongan untuk semakin setia meneladani Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

"Terima kasih, Bapa Uskup. Selamat jalan. Doa kami menyertaimu — semoga damai Kristus menyertai perjalananmu menuju rumah Bapa."

terima kasih dan Selamat Jalan, Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara. 🙏

Ditulis Auxtor Articuli-Lux Spes.

MENU