Bacaan Liturgi 7 Oktober 2025 PW. St. Perawan Maria Ratu Rosario
Bacaan Liturgi Katolik – Sabtu, 7 Oktober 2025
Pekan Biasa XXVII
PW SP Maria, Ratu Rosario
Warna Liturgi PUTIH
Untuk kedua kalinya Tuhan Tuhan bersabda kepada Yunus,
"Bangunlah dan berangkatlah ke Niniwe, kota besar itu.
Sampaikanlah kepadanya seruan yang Kusabdakan kepadamu."
Maka bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe,
sesuai dengan sabda Allah.
Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya,
tiga hari perjalanan luasnya.
Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya,
lalu berseru,
"Empat puluh hari lagi maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."
Orang Niniwe percaya kepada Allah,
lalu mereka mengumumkan puasa;
baik dewasa maupun anak-anak mengenakan kain kabung.
Setelah kabar itu sampai kepada raja kota Niniwe,
turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya;
diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di atas abu.
Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya
orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian,
"Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba
tidak boleh makan apa-apa,
tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.
Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung
dan berseru dengan keras kepada Allah;
dan haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat,
dan dari kekerasan yang dilakukannya.
Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal,
serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu,
sehingga kita tidak binasa."
Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu,
yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat,
maka menyesallah Allah karena malapetaka
yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka;
dan Ia pun tidak jadi melakukannya.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur Kepada Allah
Reff: Jika Engkau mengingat-ngingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
Aleluia
Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.
Dalam perjalanan ke Yerusalem
Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung.
Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria.
Maria itu duduk dekat kaki Tuhan
dan terus mendengarkan sabda-Nya.
Tetapi Marta sangat sibuk melayani.
Ia mendekati Yesus dan berkata,
"Tuhan, tidakkah Tuhan peduli,
bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri?
Suruhlah dia membantu aku."
Tetapi Tuhan menjawabnya,
"Marta, Marta,
engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
padahal hanya satu saja yang perlu.
Maria telah memilih bagian yang terbaik,
yang tidak akan diambil dari padanya."
Demikianlah Sabda Tuhan
Terpujilah Kristus
Kalender Liturgi Katolik – Ordo Missae Harian
(Dikutip dan disesuaikan dari Alkitab Terjemahan Baru)
Ditulis ulang : Auctor Articuli




