Sakramen Pengurapan Orang Sakit.
Sakramen Pengurapan Orang Sakit
1. Definisi Singkat
Sakramen Pengurapan Orang Sakit adalah sakramen yang diberikan Gereja kepada umat beriman yang menderita sakit berat, lanjut usia, atau dalam bahaya maut, guna memberikan penghiburan, penguatan rohani, dan penyatuan penderitaan dengan Kristus yang menderita.
2. Dasar Kitab Suci & Katekismus (KGK)
- Yakobus 5:14-15: "Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat..."
- KGK 1499–1532: Sakramen ini merupakan penyertaan rahmat Allah dalam penderitaan dan merupakan bagian dari karya penyelamatan.
3. Sejarah Sakramen
Sejak awal Gereja, doa dan pengurapan terhadap orang sakit dilakukan oleh para rasul. Sakramen ini sebelumnya dikenal sebagai “Minyak Suci” atau “Sakramen Terakhir”, namun Konsili Vatikan II menegaskan kembali maknanya sebagai penghiburan, bukan hanya menjelang kematian.
4. Makna Teologis
Sakramen ini menyatukan penderitaan manusia dengan penderitaan Kristus, memberikan kekuatan spiritual, pengampunan dosa, dan terkadang kesembuhan fisik sesuai kehendak Tuhan. Ini juga mempersiapkan jiwa untuk peralihan kepada kehidupan kekal.
5. Tata Cara Penerimaan
Imam mengurapi dahi dan tangan orang sakit dengan minyak suci, sambil mengucapkan doa khusus pengurapan. Jika memungkinkan, sakramen Tobat dan Ekaristi didahulukan.
6. Siapa yang Bisa Menerima
Umat Katolik yang mengalami sakit berat, lansia dengan kondisi fisik yang memburuk, mereka yang akan menjalani operasi besar, serta orang dalam kondisi menjelang ajal.
7. Kutipan dari Bapa Gereja / Magisterium
“Melalui pengurapan kudus dan doa para imam, seluruh Gereja menyerahkan orang sakit kepada Tuhan yang menderita dan dimuliakan, agar Ia meringankan penderitaan dan menyelamatkannya.” (KGK 1499)
8. Tata Cara Penerimaan
- Persiapkan diri secara rohani (jika sadar dan memungkinkan).
- Hubungi imam paroki atau rumah sakit Katolik.
- Terima sakramen Tobat (jika sadar), lalu pengurapan.
- Jika mungkin, terima Komuni Kudus sebagai Viaticum (bekal perjalanan ke kehidupan kekal).




