KALENDER LITURGI

📖 Bacaan
Memuat...
🙏 Renungan
Memuat...

Sakramen Imamat

📖 Sakramen Imamat

1. Definisi Singkat

Sakramen Imamat adalah sakramen pelayanan yang di dalamnya seseorang ditahbiskan menjadi pelayan Gereja — sebagai diakon, imam, atau uskup — untuk menggembalakan umat Allah dan meneruskan pelayanan Kristus sebagai Kepala dan Gembala.

2. Dasar Kitab Suci & Katekismus (KGK)

  • Kitab Suci: Yohanes 20:21-23; 1 Timotius 4:14; Kisah Para Rasul 6:6.
  • KGK: 1536–1600.

3. Sejarah Sakramen

Tradisi tahbisan berasal dari para rasul, yang oleh kuasa Roh Kudus menetapkan pemimpin jemaat melalui penumpangan tangan. Perkembangannya berlanjut hingga terbentuk tiga jenjang tahbisan: diakonat, imamat, dan episkopat.

4. Makna Teologis

Melalui tahbisan, imam mengambil bagian dalam imamat Kristus yang tunggal dan kekal. Sakramen ini menjadikan penerimanya sebagai alat Kristus dalam menguduskan, mengajar, dan menggembalakan umat Allah.

5. Tata Cara Penerimaan

Sakramen diberikan melalui penumpangan tangan oleh uskup dan doa tahbisan. Upacara dilengkapi dengan pengurapan minyak krisma, penyerahan alat tugas seperti patena dan piala, serta janji ketaatan.

6. Siapa yang Bisa Menerima

Hanya laki-laki yang telah dibaptis, dipanggil oleh Allah, dan menjalani pembinaan di seminari yang dapat menerima tahbisan suci. Gereja Katolik mempertahankan tradisi imamat laki-laki sesuai teladan Kristus.

7. Kutipan dari Bapa Gereja / Dokumen Magisterium

"Tanpa imam, takkan ada Ekaristi. Imam adalah saluran rahmat Allah bagi umat-Nya." – St. Yohanes Maria Vianney
"Tahbisan suci adalah sakramen di mana misi dipercayakan oleh Kristus kepada para rasul diteruskan dalam Gereja sampai akhir zaman." – KGK 1536

8. Ringkasan Tata Cara Penerimaan

  1. Seleksi dan formasi di seminari.
  2. Retret persiapan rohani.
  3. Upacara tahbisan oleh uskup.
  4. Pengurapan tangan dan janji ketaatan.

MENU