Sakramen Ekaristi
Sakramen Ekaristi
1. Definisi Singkat
Sakramen Ekaristi adalah sakramen yang mempersembahkan tubuh dan darah Kristus di bawah rupa roti dan anggur sebagai peringatan akan pengorbanan-Nya di salib dan tanda kehadiran-Nya yang tetap dalam Gereja.
2. Dasar Kitab Suci & Katekismus (KGK)
- Yohanes 6:51 – “Akulah roti hidup yang telah turun dari surga...”
- 1 Korintus 11:23-26 – Perintah untuk merayakan perjamuan Tuhan.
- KGK 1322–1419 – Penjelasan menyeluruh tentang Ekaristi.
3. Sejarah Sakramen
Sejak awal, Ekaristi telah dirayakan umat Kristen sebagai inti liturgi. Perayaan Ekaristi berkembang dari Perjamuan Terakhir yang Yesus lakukan bersama para rasul. Pada abad-abad awal, Ekaristi menjadi pusat hidup jemaat Kristen perdana.
4. Makna Teologis
Ekaristi adalah sumber dan puncak seluruh kehidupan Kristen. Dalam Ekaristi, Kristus sendiri hadir secara nyata (real presence), memperbarui kurban salib, dan menyatukan umat beriman dalam satu tubuh rohani.
5. Tata Cara Penerimaan
- Umat wajib mempersiapkan diri dengan doa dan sikap pantas.
- Bagi yang berdosa berat, perlu menerima Sakramen Tobat terlebih dahulu.
- Penerimaan dapat dilakukan dengan menyambut hosti di tangan atau di lidah.
6. Siapa yang Bisa Menerima?
Hanya umat Katolik yang sudah menerima Sakramen Baptis dan Tobat serta berada dalam keadaan rahmat (tidak berdosa berat) yang dapat menerima Komuni Kudus secara layak.
7. Kutipan Bapa Gereja / Magisterium
“Karena roti itu, setelah menerima sabda Allah, bukan lagi roti biasa, melainkan Ekaristi, terdiri dari dua hal: yang duniawi dan surgawi.”
— St. Ireneus, *Against Heresies*, IV.18.5
“Ekaristi adalah sumber dan puncak seluruh hidup Kristiani.”
— Konsili Vatikan II, *Lumen Gentium* 11




