"headline"> KWI Ajak Umat Katolik Ciptakan Rasa Aman dan Dengarkan Suara Rakyat
KWI Ajak Umat Katolik Ciptakan Rasa Aman dan Dengarkan Suara Rakyat
LUX SPES – Jakarta, 31 Agustus 2025. Situasi nasional yang memanas akibat gelombang demonstrasi dan kerusuhan di berbagai daerah mendapat perhatian serius dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Para uskup menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban serta meningkatnya ketegangan sosial–politik.
Pada pernyataan yang dirilis Sabtu (30/8), KWI mengungkapkan belasungkawa dan doa bagi keluarga korban. Gereja menegaskan bahwa setiap nyawa adalah anugerah Allah yang harus dihargai dan dilindungi.
Seruan untuk Umat Katolik
KWI mengajak umat untuk mawas diri, menahan diri, dan mengambil langkah nyata demi suasana aman–nyaman di tengah masyarakat. Gereja dipanggil menjadi pembawa damai, terutama saat bangsa diuji.
Pesan kepada Pemerintah & DPR
KWI menekankan pemerintah, DPR, dan lembaga negara wajib mendengarkan suara rakyat, khususnya kelompok rentan. Kebijakan yang melukai rasa keadilan publik perlu ditinjau kembali. KWI juga mendorong tata kelola yang transparan, akuntabel, dan kredibel.
Imbauan untuk Aparat Keamanan
Aparat diingatkan bertindak sebagai pengayom rakyat dengan pendekatan humanis, profesional, dan berintegritas. Penanganan yang represif hanya memperdalam luka sosial.
- Hidup Katolik – Pernyataan KWI (30–31 Agustus 2025)
- Merdeka.com – Imbauan KWI untuk pemerintah & kelompok rentan
- Radar Surabaya/Jawapos – Seruan moral KWI dan uskup se-Indonesia




