MENU

KALENDER LITURGI

📖 Kalender Liturgi
Memuat...
🙏 Renungan Harian
Memuat...

"headline"> KWI Ajak Umat Katolik Ciptakan Rasa Aman dan Dengarkan Suara Rakyat

KWI Ajak Umat Katolik Ciptakan Rasa Aman dan Dengarkan Suara Rakyat

Opini Gereja & Kebangsaan
Ilustrasi doa untuk Indonesia

LUX SPES – Jakarta, 31 Agustus 2025. Situasi nasional yang memanas akibat gelombang demonstrasi dan kerusuhan di berbagai daerah mendapat perhatian serius dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Para uskup menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban serta meningkatnya ketegangan sosial–politik.

Pada pernyataan yang dirilis Sabtu (30/8), KWI mengungkapkan belasungkawa dan doa bagi keluarga korban. Gereja menegaskan bahwa setiap nyawa adalah anugerah Allah yang harus dihargai dan dilindungi.

Seruan untuk Umat Katolik

KWI mengajak umat untuk mawas diri, menahan diri, dan mengambil langkah nyata demi suasana aman–nyaman di tengah masyarakat. Gereja dipanggil menjadi pembawa damai, terutama saat bangsa diuji.

“Umat Katolik hendaknya hadir dengan memberi harapan, membuka ruang dialog, serta menghindari segala bentuk kekerasan.”

Pesan kepada Pemerintah & DPR

KWI menekankan pemerintah, DPR, dan lembaga negara wajib mendengarkan suara rakyat, khususnya kelompok rentan. Kebijakan yang melukai rasa keadilan publik perlu ditinjau kembali. KWI juga mendorong tata kelola yang transparan, akuntabel, dan kredibel.

Imbauan untuk Aparat Keamanan

Aparat diingatkan bertindak sebagai pengayom rakyat dengan pendekatan humanis, profesional, dan berintegritas. Penanganan yang represif hanya memperdalam luka sosial.

Inti Sikap KWI: empati pada korban; ajakan aksi damai; dengarkan suara rakyat—khususnya yang rentan; dorong tata kelola yang bersih; dan pendekatan keamanan yang humanis.

Sumber:
  • Hidup Katolik – Pernyataan KWI (30–31 Agustus 2025)
  • Merdeka.com – Imbauan KWI untuk pemerintah & kelompok rentan
  • Radar Surabaya/Jawapos – Seruan moral KWI dan uskup se-Indonesia
KWI Gereja Katolik Indonesia Pernyataan Sikap
LUX SPES
© 2025 • Redaksi